//
you're reading...
Artikel Pilihan

EMPATI, KARAKTER YANG DIBUTUHKAN BANGSA INI!

Fenomena Koin untuk Prita beberapa waktu yang lalu boleh dibilang fenomena luar biasa. Dari anak-anak sampai orang tua bahu membahu mengumpulkan koin untuk membantu seorang ibu rumah tangg, Prita Mulyasari, yang dirasa diperlakukan tidak adil. Empati yang luar biasa ditunjukkan oleh banyak kalangan. Sampai ada anak yang rela memecahkan tabungannya untuk menyumbang koin untuk Prita.  Ada cerita menarik, dibalik fenomena tersebut. Seorang bocah pemulung yang ”membantu” membersihkan sampah kardus dan pembungkus koin di Posko Koin Prita. Setiap kali ia menemukan koin di sela-sela kardus atau pembungkus lainnya. Ia dengan segera menyerahkan koin yang ia temukan ke posko atau melemparkannya ke tempat penghitungan. Walaupun ia mempunyai kesempatan untuk mengambilnya. Tetapi tidak ia lakukan. (www.koinkeadilan.com)

Bantuan atau dana yang dikeluarkan , untuk sebagian orang,  mungkin  tidak terlalu besar . Tetapi bukan itu yang digaris bawahi. Tetapi perasaan empati yang tumbuh dalam diri setiap kita itu yang jauh lebih penting dan jauh lebih bernilai dari sekedar beberapa rupiah yang dikeluarkan.

Perasaan empati yang tumbuh pada diri kita akan menjadikan kita peduli dengan lingkungannya. Peduli dengan penderitaan orang lain. Bukankah Nabi SAW juga mengingatkan bahwa tidak beriman kepada Allah dan hari akhir orang yang tetangganya lapar sementara ia sendiri kekenyangan.

Orang yang mempunyai rasa empati tinggi tentu tidak akan mudah tergiur oleh harta yang bukan haknya. Tidak tergiur untuk melakukan korupsi, ketika ia menjadi pejabat publik, karena ia yakin bahwa berapa banyak orang yang menjadi korban perbuatan korupsi tersebut. Berapa banyak rakyat yang tidak mampu menikmati kesejahteraan karena anggaran negara untuk menciptakan kesejahteraan tersebut di korupsi oleh pejabat atau orang yang sama sekali tidak punya empati.

Kita tentu pernah merasa ”risih” dengan prilaku sebagian pejabat negara yang terhormat yang tidak merasa malu membicarakan tentang anggaran untuk menaikkan gaji dan tunjangan jabatannya ditengah masih banyaknya orang-orang miskin atau lebih tepatnya termiskinkan, berjuang hanya untuk mendapatkan beberapa suap nasi. Ditengah antrian ribuan orang yang rela berdesak-desakkan bahkan terinjak-injak hanya untuk mendapatkan sepuluh atau dua puluh ribu rupiah zakat dari sang dermawan. Negeri ini butuh pemimpin-pemimpin yang mempunyai empati. Empati terhadap rakyat yang memberikan amanah kepada mereka untuk memimpin dan mengelola negeri dengan baik.

Merubah kondisi seperti ini tentu tidak mudah tetapi juga tidak sulit ketika ada upaya yang sungguh-sungguh dari kita. Upaya untuk membangun sebuah generasi yang mempunyai empati.

Menumbuhkan Empati

Penumbuhan rasa empati perlu dilakukan sejak dini baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Di rumah atau keluarga, banyak cara yang bisa kita lakukan. Misalnya menceritakan tentang nasib sebagian saudara kita yang kurang beruntung. Jangankan memiliki rumah yang layak untuk makan sehari-haripun mereka harus rela bekerja seharian dari pagi sampai malam. Terkadang terpaksa harus menahan lapar karena uang yang didapatkan tidak cukup untuk membeli makanan. Atau mengajak anak-anak kita mengunjungi tempat-tempat seperti panti asuhan, perkampungan miskin atau tempat-tempat lainnya yang serupa.

Disekolah,  beberapa program bisa digulirkan. Penggalangan dana untuk palestina. Penggalangan dana untuk musibah bencana alam. Kunjungan dan santunan kepada anak panti asuhan. Pemberian parsel untuk anak-anak yatim.

Disamping itu, melakukan proses internalisasi nilai-nilai empati dalam proses pembelajaran sehari-hari. Apa yang diajarkan di kelas adalah juga yang dilakukan di luar kelas. Bagaimana anak diajarkan untuk saling berbagi dengan temannya. Anak juga di ajarkan untuk menghargai temannya yang nasibnya tidak lebih beruntung  dari dirinya. Membantu yang kekurangan dan prilaku lainnya yang mampu menumbuhkan rasa empati.

Tentunya yang paling penting adalah bagaimana seorang guru mampu tampil sebagai teladan untuk anak-anak didiknya. Mereka harus mampu memberikan contoh bagaimana empati itu juga bagian dari prilaku guru. Anak harus merasakan bagaimana gurunya berempati terhadap mereka atau teman-teman mereka. Satu perbuatan baik yang dicontohkan lebih baik dari seribu nasehat tanpa dilakukan.

Ada banyak hal yang yang bisa diambil manfaat dengan penumbuhan empati tersebut diantaranya tumbuhnya sifat rendah hati, suka menolong, toleransi, saling menghargai dan mensyukuri apa yang dimiliki, juga peduli dengan sesama.  Proses penumbuhan empati bukan sesuatu yang terpisah dari pendidikan, ia menjadi bagian dari proses pendidikan itu sendiri.  Dan pendidikan seperti ini adalah pendidikan karakter.

Kita butuh pemimpin yang mempunyai karakter untuk memberikan solusi terhadap persoalan korupsi yang tidak kunjung selesai. Kekayaan negeri ini yang seharusnya dipergunakan untuk mensejahterakan rakyatnya, seringkali habis digerogoti oleh tikus-tikus koruptor. Empati, adalah salah satu karakter yang dibutuhkan Bangsa ini!

Wallahu a’lam.***

Salam Sukses

M. Furqon Zahidi Motivator Edukasi

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Arsip

Twitter

Lembaga Pelatihan

Masukkan alamat email Anda untuk menerima artikel atau tulisan lainnya dari Kami.

Join 9 other followers

%d bloggers like this: