//
you're reading...
Artikel Pilihan

Mengapa Anak Mogok Sekolah?

“Saya pusing lho Jeng?” ujar seorang ibu kepada temannya. Wajahnya kelihatan kusut. Ada beban yang tak mampu ia pikul dipundaknya.

“Memangnya kenapa toh Bu?” Sang teman mencoba menyelami perasaan si Ibu.

Sang Ibu menarik napas panjang. Mencoba melepas sedikit beban yang menghimpitnya. “Anak saya itu. Waduuuuh… susahnya minta ampun. Kalau disuruh sekolah apalagi disuruh belajar. Saya harus bagaimana lagi. Sudah begini. Sudah begitu. Tapi ya begitu itu. Bagaimana ya Bu?”

Wayang, sebut saja begitu, anak ibu tersebut sudah seminggu terakhir tidak mau masuk sekolah. Mogok. Ia sering mengeluh cape dan bosan sekolah. Ia juga sering protes kepada orang tuanya,”Kenapa sih harus sekolah. Cuma disuruh ngapalin, baca, ngitung, latihan soal, cape-capein aja.” ujarnya sambil cemberut.

Anak itu tidak tahu. Mengapa ia harus menghapal rumus ,mengerjakan soal matematika. Ia juga tidak tahu mengapa ia harus belajar IPS, IPA, B.Indonesia, PPKn dan sederet pelajaran lainnya. Ia hanya tahu semua itu ia lakukan karena ia sekolah. Karena memenuhi keinginan orang tuanya agar ia bersekolah. Sehingga tidak heran akhirnya ia menganggap sekolah sebagai tempat yang membosankan. Dan tidak heran juga, banyak sekolah yang pusing menghadapi permasalahan prilaku siswa yang ogah-ogahan belajar. Lebih suka bolos sekolah. Atau mogok tidak mau masuk sekolah.

 

Materi Pelajaran Tidak Nyambung dengan Kebutuhan Anak

Anak tidak suka dengan sekolah, tidak suka belajar karena ia tidak tahu apa relevansi dengan kebutuhannya. Ia merasa tidak ada kaitan antara yang ia pelajari di sekolah dengan kehidupannya sehari-hari. Baik itu di rumah maupun di lingkungan masyarakatnya. Bahkan manfaat untuk masa depannya sekalipun. Sehingga ia merasa sekolah tidak ada manfaatnya.

Jadi ketika proses pendidikan di sekolah tidak menyentuh dan tidak berkaitan dengan kebutuhan anak maka sebagus apapun materi yang diberikan kepada anak maka hasilnya tidak akan optimal. Sekolah hanya akan jadi tempat yang membosankan buat anak. Sekolah hanya menjadi mimpi buruk buat anak. Dan akhirnya, yang terjadi adalah anak lebih suka bolos atau mogok tidak mau sekolah.

Jadi, buatlah sekolah yang menyenangkan buat anak-anak. Sekolah yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membangun kecintaan dan kebutuhan anak pada ilmu tersebut. Caranya?

Pertama, sekolah harus menyusun kurikulum dan materi ajar yang sesuai dengan kebutuhan. Targetnya, bukan hanya supaya anak hafal. Tapi bagaimana anak mampu mengimplementasikan dalam aktifitas keseharian. Dekatkan dengan dunia mereka. (jangan sampai Jaka sembung naik ojek, gak nyambung jek. He he)

Kedua, pastikan guru-guru Sekolah Anda adalah guru-guru yang luar biasa (bukan biasa diluar ya!). Guru yang punyai militansi yang hebat sekaligus mampu membangun suasana kelas yang menyenangkan. Guru yang mampu memahami dunia anak dan menghantarkan nilai-nilai dengan bahasa anak.

Ketiga, ciptakan lingkungan yang nyaman dan aman. Anak merasa aman dari bullying. Kekerasan. Intimidasi. Baik secara fisik maupun non fisik. Anak merasa aman untuk bersosialisasi dan mengembangkan kreatifitas serta ide-idenya. Jangan sampai anak merasa takut berada di lingkungan sekolah Anda. Takur dengan gurunya, temannya, atau kakak kelasnya.

Oke, semoga sekolah Anda  termasuk sekolah yang menyenangkan dan Anda tidak dipusingkan dengan persoalan anak yang mogok sekolah.***

Salam Sukses,

M. Furqon Zahidi Motivator Edukasi

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Arsip

Twitter

  • pergantian tahun adalah salah satu momen untuk menjadikan kita menjadi pribadi yg lebih baik. #hijrah 19 hours ago

Lembaga Pelatihan

Masukkan alamat email Anda untuk menerima artikel atau tulisan lainnya dari Kami.

Join 9 other followers

%d bloggers like this: