Terima Kasih, Pak Bejo!

Siang itu, perjalanan menuju rumah orang tua kami di karawang. Sebetulnya perjalanan dari awal cukup menyenangkan. Cuaca tidak terlalu panas. Mendung-mendung dikit lah.  Anak-anak saya memang tidak terlalu suka kalau perjalanan jauh udah gitu cuacanya panas. Maklumlah, mobil kami Pajero alias panas di jero. He he .  Berangkat dari Bogor sekitar pukul 10 an. Awal masuk tol cikampek cuaca masih dem adem. Tak berapa lama, mulai terasa panas. Cukup menyengat.

Karena pernah mogok akibat over heat saya sesekali melihat penunjuk suhu. Innalillahi, ternyata jarumnya sudah hampir mentok ke atas. Waduh, bisa mogok lagi nih. Mana di jalan Tol. Kontan segera saya pinggirkan mobil dan berhenti sejenak untuk mengecek radiator.

Sebenarnya saya udah tahu, membuka radiator dalam kondisi panas itu berbahaya. Sangat sangat berbahaya! Maka saya tunggu beberapa saat sambil mesin tetap menyala. Biasanya kipas pendingin akan segera bekerja dan suhu mesin lambat laun juga mulai turun. Tunggu tinggal tunggu ternyata jarum penunjuk suhu bukannya turun malah tambah naik. O lala, akhirnya ya saya matikan mesin.

Kayaknya air radiatornya habis nih, pikir saya. Dengan hati-hati saya buka perlahan. Sedikit demi sedikit. Suara mendesis keluar dari radiator. Saya belum berani membuka. Takut nyembur. (hm… kebayang kan kalau nyembur kena muka, wah bisa berabe) Saya biarkan beberapa saat sampai bunyi desis itu hilang. Dan kayaknya sudah keluar semua. Tekanan udaranya sudah berkurang. Oke, masih dengan hati-hati saya putar tutup radiator dengan kain. Dan … buussss. Air radiator nyembur. Saya refleks loncat ke belakang. Ternyata kena dada saya. Wuiih, panaaas. (tu kan kena juga, ya ini namanya musibah) Alhamdulillah ga kena muka.

Saya bingung. Air radiator habis. Tidak ada persediaan. Perjalanan masih jauh. Gimana caranya ya.*garuk-garuk kepala*.  Aha! kenapa gak minta bantuan bobil yang lewat. Kayak di film itu lho. Tapi ini jalan tol Bro.  Emangnya ada yang mau berhenti. Hm.. Usaha dulu lah, pikirku. Akhirnya aku lambaikan tangan . Minta bantuan. Ternyata mobil yang saya stop memperlambat lajunya dan minggir.  Alhamdulillah, batinku.
“Kenapa pak?” tanya pengendara mobil.
“Maaf Pak, boleh minta air. Buat radiator.” Saya menjelaskan.
“Ooh boleh… boleh.” Sambil memberikan sebotol air mineral.
Bapak pengendara tadi turun dan menghampiri saya. “Cukup pak?”

Ternyata masih kurang. Sebenarnya saya ga enak minta lagi. Tapi pengendara mobil tersebut mengerti dan memberikan sebotol air mineral lagi. Hm.. cukup sekarang.  Bapak tadi menjelaskan beberapa hal terkait dengan penanganan over heat akibat air radiator.

Setelah selesai saya hidupkan mesin dan saya cek indikator suhu. Sudah normal, “Terima kasih banyak atas bantuannya, pak.” Saya menyalami Bapak baik hati itu. “Maaf, dengan bapak siapa ya?” aku hampir lupa menanyakan nama penolong saya.
“Bejo.” Katanya ramah.
“baik pak Bejo, sekali lagi terima kasih banyak.”
“Sama-sama Pak. Nanti  rest area di cek lagi aja khawatir berkurang lagi.”

Akhirnya kami berpisah. Meneruskan perjalanan masing-masing. Dan hari itu, hari yang tidak akan saya lupakan. Kebaikan seorang pengendara di jalan Tol yang bernama pak Bejo. Mungkin ia sedang ada urusan segera. Mungkin air yang ia berikan masih ia butuhkan.  Di Jalan Tol lagi. Tapi ia menyempatkan diri untuk berhenti dan memberikan bantuan kepada saya. Walaupun hanya dua botol air mineral. Buat saya nilainya sungguh luar biasa. Ketulusan. Kepedulian. Empati  terhadap  kesulitan orang lain. Semoga saya juga bisa berbagi kebahagiaan seperti Bapak. Pak Bejo, saya sangat berbahagia dengan pertolongan Bapak. Sekali lagi, Terima kasih pak Bejo!***

Salam sukses,

M. Furqon Zahdi Motivator Edukasi

Follow saya di twitter@mfurqonzahidi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s