Ternyata Anak Kita, Semua Berprestasi!

Kita semua, sebagai orang tua atau guru, tentu akan sangat bahagia melihat putra-putrinya berprestasi. Permasalahannya adalah bagaimana kita mengukur sebuah prestasi? Seringkali prestasi hanya diukur dengan angka-angka rapor hasil Ulangan atau Ujian Akhir Sekolah. Atau Rangking di kelasnya. Salahkah? Tidak salah. Tetapi kurang tepat. Karena nilai angka-angka bukan satu-satunya ukuran prestasi. Kadang kita sebagai orang tua atau guru lupa bahwa  sebenarnya anak kita juga berprestasi meskipun—barangkali—dari sisi nilai akademik biasa-biasa saja atau di bawah rata-rata.

Kalau kita masih memandang bahwa kalau putra-putri kita tidak masuk ranking berarti ia tidak berprestasi. Ini tentu persepsi yang kurang tepat—untuk tidak dikatakan keliru.  Prestasi anak diukur dari banyak hal. Anak mendapatkan nilai yang bagus itu adalah prestasi. Anak mampu membaca al-Qur’an dengan baik itu juga prestasi. Anak mampu menghafal Al-Qur’an meski hanya beberapa surat itu juga prestasi. Anak mampu bersikap baik terhadap orang tua dan teman itu  juga prestasi. Anak rajin sholat juga prestasi. Anak mampu merubah kebiasaan yang tidak baik menjadi baik meskipun hanya sedikit itu juga prestasi. Anak mempunyai keinginan untuk memperbaiki diri itu juga prestasi

Jadi  insya Allah semua anak kita berprestasi. Dan untuk membangun rasa percaya diri anak-anak kita, tentu kita tidak boleh lupa untuk memberikan apresiasi. Memberikan penghargaan atas prestasi mereka. Tidak harus materi. Senyuman dan  pujian kita yang tulus merupakan sebuah peghargaan yang sangat berarti bagi anak.  Dan ketika anak merasa bahwa lingkungannya mendukung ia akan tumbuh dengan prestasi yang luar biasa. Bahkan melebihi dari yang kita bayangkan. Dan ternyata anak kita, semua berprestasi!***

Salam Sukses,

M. Furqon Zahidi Motivator Edukasi

berbagi dengan saya di : twitter@mfurqonzahidi

6 thoughts on “Ternyata Anak Kita, Semua Berprestasi!

  1. Artinya mind set orang tua yang harus diubah, Mas.🙂 Semoga semua orang tua bisa mensyukuri dan melihat dengan mata yang baru.

  2. Saya senang dengan ucapan orang tua/wali siswa seperti ini, “Saya hanya perduli pada seberapa bahagia mereka di sekolah dan bukan sederet prestasi yg muluk2.Bagi saya jika mereka berangkat ke sekolah dengan riang gembira dan pulangnya juga riang gembira maka saya anggap it’s more than enough.” Bagaimana dengan Anda?

    • Setuju Mas. Karena itulah prestasi tidak hanya diukur satu parameter. Ketika mereka menikmati waktu belajarnya dengan gembira, maka dia akan mampu melakukan sesuatu yang positif yang boleh jadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Itulah prestasi. Terima kasih komentarnya. Sukses buat Anda!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s