Jangan Pernah Menjadi Elang Yang Tidak Bisa Terbang!

Alkisah disebutkan seorang pemuda sedang berjalan di sebuah hutan usai mencari kayu bakar. Ditengah perjalanan ia menemukan dua butir telur burung elang. Dengan gembira dibawanya telur tersebut.  Kebetulan hari ini aku belum punya lauk untuk makan. Telur ini bisa bisa aku goreng. Nyam..nyam pasti enak, bisiknya dalam hati.
Sesampainya dirumah. Salah satu telur tersebut  ia simpan di kandang ayam miliknya. Digabung dengan telur ayam lainnya yang sedang dierami. Sementara yang satunya ia goreng dan dijadikan teman santap malamnya.

Beberapa hari kemudian. Singkat ceritanya. Telur burung elang yang dierami induk ayam ternyata menetas, dengan telur yang lainnya juga tentunya. Sang anak Elang ini kemudian tumbuh bersama anak-anak ayam lainnya. Sang induk ayam mengajarkan banyak hal kepada anak elang ini. Mulai bagaimana mencari makan. Mempertahankan diri. Juga bagaimana mencari kehangatan kepada induknya. Satu yang tidak pernah diajarkan oleh sang induk ayam. Ya, Terbang. Anak elang tersebut tidak pernah diajarkan terbang. Karena sang induk ayam meyakini bahwa anak elang itu adalah anaknya. Anak seekor ayam.

“Mengapa aku ga boleh belajar terbang?”demikian suatu hari anak elang bertanya kepada sang induk ayam.

“Karena kamu adalah anak ayam!”jawab induknya,”Kamu tidak akan pernah bisa terbang. Mau belajar kaya gimanapun. Kamu tetap anak ayam. Kamu tidak akan pernah bisa terbang. Jadi ga usah bermimpi kamu akan bisa terbang!”Demikian sang induk ayam berkali-kali mengatakan.

Demikianlah. Anak elang tersebut tumbuh dengan prilaku dan pola pikir sebagai anak ayam. Ketika pun dewasa ia tetap berpikir bahwa ia adalah anak ayam yang tidak mungkin bisa terbang. Dan kenyataannya adalah kemudian, walaupun ia memilki tubuh yang besar dan gagah dengan sayap yang lebar. Tetap saja ia tidak bisa terbang. Walau sesungguhnya ia punya kemampuan untuk itu.

Apa pelajaran kisah ini? Setiap kita boleh jadi mempunyai potensi dan kemampuan luar biasa. Punya talenta yang tidak banyak orang mampu melakukan. Tetapi karena kita selalu mengatakan “saya tidak bisa!” Ditambah dengan orang-orang disekitar kita, juga tidak pernah memberi dorongan untuk mencoba sesuatu yang baru. Bahkan malah selalu mengatakan tidak bisa dan tidak akan bisa. Maka jangan heran kalau kita . Anda. Akan menjadi Elang yang tidak pernah bisa terbang.***

Salam Sukses,

M. Furqon Zahidi Motivator Edukasi

Ngobrol dan berbagi dengan saya? Follow saya di twitter@mfurqonzahidi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s