Jadikan Hatimu Seluas Danau

Sorang anak muda berjalan gontai. Tak bersemangat. Wajahnya kusut. Tak ada sedikitpun riak semangat dan kebahagiaan. Ia berjalan menyusuri jalan setapak di pinggiran sebuah hutan. Ia ingin mencari kebahagiaan. Ia merasa hidupnya bagaikan neraka. Setiap saat yang ia rasakan adalah penderitaan. Kesulitan. Sempit rasanya bumi tempat ia berpijak.

Setiap sekian lama berjalan, sampailah ia disebuah rumah. Konon rumah tersebut dihuni oleh seorang yang bijak. Beberapa saat anak muda itu menatap rumah yang cukup sederhana tetapi terasa asri melihatnya. Apakah ini tempat yang aku cari, bisiknya ragu. Apakah di tempat ini aku bisa mendapatkan kebahagiaan.

Meski rasa ragu masih bergelayut dibenaknya, ia mencoba memberikanikan diri mengetuk pintu rumah tersebut. Setelah dua kali mengetuk dan memberi salam.Muncul sang penghuni rumah dari balik pintu.

“Ada apa Anak Muda?” tampak wajah teduh menyapa.

Anak muda tadi sesaat terdiam. Ia tidak tahu harus berkata apa.

“Masuklah!” pemilik rumah mengajak tamunya untuk duduk, “Apa yang bisa saya bantu anak muda?” Tampaknya pemilik rumah mengerti kalau tamunya sedang menghadapi masalah yang berat, “Semoga saya bisa membantu.” katanya bijak.

“Pak, sengaja jauh-jauh saya datang kemari. Karena saya ingin mencari kebahagiaan,” Anak Muda itu mulai berani menyampaikan maksudnya. “Saya merasa hidup saya begitu susah. Berbagai masalah selalu datang. Masalah itu sepertinya tidak pernah habis. Saya tidak tidak sanggup lagi hidup, Pak.” Anak Muda itu menutup wajah dengan kedua tangannya. Ia malu kalau harus menangis.

Orang Bijak  itu menghela napas. Ia masuk kedalam mengambil sesuatu.  Lalu ia mengajak Anak Muda itu ke pinggir sebuah danau tidak jauh dari rumahnya.

“Anak Muda, lihatlah apa yang ada dalam genggaman saya?” tanyanya lembut.

“Garam,” jawab Anak Muda itu dengan sedikit keheranan. Ia ingin mencari kebahagiaan tapi malah ditunjukan garam.

“Coba perhatikan. Saya membawa segelas air putih. Saya akan masukkan garam ini ke dalam gelas tersebut. Sekarang coba kamu minum air gelas ini. Sedikit saja!”

Anak Muda ini semakin keheranan. Bingung. Kenapa ia harus mencicipi air yang pasti rasanya asin. Tapi karena ia ingin bahagia. Ia turuti perintah Orang Bijak tersebut.

“Wuaa..” ia menyemburkan air yang baru diminumnya. Sebenarnya ia tidak enak hati melakukan itu. Tapi rasanya asin sekali. bahkan terasa sangat pahit.

Orang Bijak tersenyum.”Sekarang perhatikan, saya masih punya segenggam garam lagi. Banyaknya kurang lebih sama. Sekarang saya akan taburkan garam ini ke danau.” Orang Bijak tadi menaburkan garam yang digenggamnya ke danau. Si Anak Muda semakin tidak mengerti maksud Orang Bijak ini.

“Sekarang ambillah air danau itu dan minumlah! Jangan khawatir air danau sangat bersih.”

Anak Muda itupun mengambil air danau dengan kedua tangannya. Kemudian ia minum. Ia merasakan air danau itu segar sekali. Rasa asin bekas tadi minum air garam sepertinya hilang.

“Bagaimana rasanya?” Tanya orang Bijak.

“Segar. Tidak terasa asin sama sekali.” jawab Anak Muda  itu.

Orang Bijak tadi menepuk bahunya,”Anak Muda,  segenggang garam itu ketika ia dimasukkan ke dalam gelas yang kecil maka air dalam gelas itu menjadi sangat asin. Bahkan terasa sangat pahit. Tetapi kalau dimasukkan ke dalam air danau yang luas. Kamu rasakan sendiri air danau itu tidak berubah jadi asin. Ia tetap segar. Bahkan bisa membuat yang meminumnya segar.” Orang Bijak itu menjelaskan.

“Begitu juga dengan kehidupan. Masalah dan penderitaan itu ibarat segenggam garam. Tidak kurang tidak lebih. Kalau hati dan jiwamu sempit seperti sebuah gelas ini maka masalah itu akan jadi sangat pahit. Tetapi kalau hati dan jiwamu seluas danau ini maka masalah itu sesungguhnya sangat kecil. Kamu tidak akan merasakan pahitnya masalah. Kamu tidak akan merasakan sempitnya hidup karena masalah atau penderitaan yang kamu hadapi. ”

“Jadi, Kalau kamu ingin bahagia. Jadikan hati dan jiwamu seluas danau. Agar setiap masalah yang kamu hadapi tidak terasa berat dan pahit kamu rasakan.”

Anak Muda itu tersenyum. Wajahnya berbinar-binar. Ia telah menemukan arti kebahagiaan yang selama ini ia cari.***

Salam Sukses,

M. Furqon Zahidi Motivator Edukasi

ingin ngobrol dan berbagi dengan saya? Follow saya di twitter@mfurqonzahidi

2 thoughts on “Jadikan Hatimu Seluas Danau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s