Membiasakan Tiga Kata Ajaib

Pernahkan Anda mengucapkan kepada anak Anda,”Kaka, tolong ambilin tas ayah ya!”. Atau Anda hanya cukup mengatakan,”Kaka ambilin tas ayah!”. Dua kalimat yang sepintas tidak ada bedanya, ternyata memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap anak.

Kata “tolong” dalam kalimat pertama memberikan pesan yang kuat terhadap penghargaan kepada anak. Kita tidak menempatkan anak pada posisi “pesuruh” tetapi kita memposisikan pada posisi terhormat.  Anak akan merasa apa yang dilakukan adalah untuk membantu orang tuanya. Memberikan pertolongan. Yang tentu saja secara normatif adalah perbuatan yang terpuji. Dan secara nilai agama menolong adalah perbuatan yang baik yang akan dibalas pahala oleh Allah SWT. Dan efeknya adalah anak akan lebih semangat untuk melakukan apa yang diminta.

Kalimat kedua tentu sebaliknya. Kita secara tidak sadar menempatkan anak pada posisi pesuruh. Tidak lebih. Seperti halnya seorang Bos kepada bawahannya. Seperti majikan kepada pembantunya. Mungkin kita tidak bermaksud seperti itu. Tetapi pesan yang diterima oleh anak, disadari atau tidak, akan berdampak seperti itu. Apa yang terjadi kemudian? Boleh jadi anak akan merasa tertekan karena dia terpaksa harus melakukan apa yang ia tidak suka.  Anak tidak merasa dihargai oleh orang tuanya, maka ia pun tidak akan punya respek terhadap orang tuanya. Ia melakukan apa yang diminta hanya karena ia takut ia di marahi. Atau ia takut berdosa karena tidak menurut kepada orang tuanya.  Tapi sekali lagi, ia tidak merasa dihargai oleh orang tuanya.

Ketika anak melakukan apa yang kita minta, maka ucapkan “Terima Kasih ya Nak!” atau “Terima Kasih Solih!” maka itu akan sangat luar biasa pengaruhnya buat anak. Penghargaan. Ketulusan kita dalam memperlakukan mereka.  Itulah yang menjadikan mereka merasa lingkungan sekitar dia menghargai keberadaan dan apa yang ia lakukan. Hal ini akan menumbuhkan kepercayaan diri. Semangat.  Sikap menghargai dan empati.

Ketikapun anak melakukan kesalahan. Kita ingatkan ia dengan lembut dan penuh kasih sayang. Ungkapan,”Maaf solih, mengambil sesuatu yang bukan milik kita itu tidak baik dan dilarang sama Allah.” Ungkapan maaf dalam kalimat itu untuk membuka jalan kita memberi nasihat atau teguran. Biasanya orang , baik itu orang dewasa maupun anak-anak, tidak akan merasa nyaman ketika ditegur oleh orang lain. Ketika anak ditegur boleh jadi  ia akan merasa terpojok. Dan biasanya yang muncul adalah pembelaan untuk menyelamatkan “eksistensinya”. Walaupun ia salah tapi akan berusaha mengatakan bahwa yang dilakukannya benar.  Untuk itulah kita memulai dengan kata “Maaf”.

Membiasakan tiga kata ajaib, tolong-terima kasih-maaf,  dalam interaksi kita dengan anak-anak semestinya bukan hal yang sulit. Tetapi kadang kita luput dengan hal-hal yang sederhana seperti ini. Tetapi tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik. Yuk kita mulai dari sekarang…!***

Salam Sukses,

M. Furqon Zahidi Motivator Edukasi

Ngobrol dan sharing dengan saya?  follow me on twitter@mfurqonzahidi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s