Membangun Indonesia dari Rumah dan Sekolah (1)

Para Guru, orang tua dan calon orang tua yang berbahagia. Kalau kita bicara tentang Indonesia. Kita katakan bahwa Indonesia harus kuat. Bangsa ini harus kuat. Bangsa ini harus mampu berdiri tegak dan terhormat di tengah pergaulan bangsa-bangsa lain di dunia. Bangsa ini harus punya kewibawaan. Tidak mudah didikte oleh siapapun dan kekuatan manapun. Dan tentu harapannya Indonesia mampu menjadi negara yang disegani dan menjadi rujukan negara-negara lain.

Mimpi kali ye…! Ungkapan ini boleh jadi muncul manakala kita menggambarkan harapan tentang Indonesia. Tidak salah tetapi juga tentu tidak tepat kalau sama sekali kita tidak memiliki harapan seperti itu. Harapan itu masih ada dan selalu ada. Karena itulah yang akan menjadikan bangsa ini bangkit. Bergerak. Berlari. Mengejar harapan itu. Mimpi itu.

Melihat kondisi negeri ini sekarang. Dengan berbagai macam kasus. Mulai dari tawuran. Bentrok antargerombolan preman. Kerusuhan suporter sepak bola. Pembunuhan dan tindakan kriminal lainnya. Membuat kita harus mengurut dada berulang-ulang. Ditambah dengan prilaku korupsi yang demikian masif terjadi yang dilakukan oleh orang-orang yang seharusnya memberi contoh yang baik. Orang-orang yang terikat dengan sumpah jabatan sekaligus sumpah kepada Tuhan. Aparat penegak hukum pun seakan tidak berdaya mengatasi prilaku-prilaku tersebut karena juga menjadi bagian dari masalah tersebut. Kita masih memiliki harapan bahwa masih ada aparat yang baik. Tetapi mungkin sedikit sekali dan terbelenggu dengan sistem yang korup tersebut.

Para Guru, Orang Tua dan Calon Orang Tua yang berbahagia. Hopeless memang kalau kita melihat realitas yang ada. Tetapi apaun kondisinya, kita tidak selayaknya berdiam diri. Harus ada orang yang peduli dan mulai memperbaiki dan membangun Indonesia menjadi lebih baik. Pertanyaaannya adalah bagaimana dan dari mana kita mulai.

Terlalu besar kalau kita ingin merubah dari lingkaran kekuasaan. Terlalu luas karena berpikir merubah kebijakan pendidikan di negeri ini. So, dari mana kita mulai? Mari kita mulailah dari komunitas terkecil yaitu RUMAH. Dan selanjutnya SEKOLAH. Bagaimana caranya? Insya Allah saya akan kupas lebih jauh dalam tulisan kedua.***

Salam Sukses,

M. Furqon Zahidi Motivator Edukasi

follow me on twitter@mfurqonzahidi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s