Membangun Indonesia dari Rumah dan Sekolah (2)

Para Guru, Orang tua dan calon orang tua yang berbahagia. Dalam tulisan sebelumnya saya menyampaikan kondisi negeri kita tercinta saat ini yang masih dililit berbagai permasalahan. Kadang membuat kita hopeless. Kehilangan harapan. Kita semua tentu berharap Bangsa ini mampu menjadi bangsa yang terhormat. Bangsa yang kuat. Bangsa yan g mampu berdiri kokoh di atas kaki sendiri.

Dari mana kita mulai? Tentu, idealnya semua komponen anak bangsa, termasuk pemerintah dan jajarannya, melakukan perubahan sistem dan kebijakan yang mengarah pada perbaikan dan penguatan karakter bangsa ini. Tetapi kalau kemudian kita hanya menunggu maka boleh jadi perubahan itu tidak pernah kunjung datang. Oleh karena itu kita harus memulai dari lingkup yang paling kecil yaitu Rumah dan Sekolah.  Dalam tulisan ini saya akan mengupas tentang penguatan rumah atau keluarga.

Rumah atau keluarga adalah basis terkecil dalam sebuah tatanan. Keharmonisan adalah kunci kuatnya sebuah keluarga. Sikap saling menghormati. Saling melengkapi. Menjadi satu hal yang harus muncul di keluarga.

Tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Tetapi juga bukan satu hal yang sulit manakala ada kesungguhan upaya dari setiap anggota keluarga terutama ayah sebagai kepala Keluarga. Memulai dari diri sendiri adalah langkah bijak untuk memperbaiki dan memperkuat keluarga. Penggalan kalimat berikut ini, yang tertulis di batu nisan Westminster Abbey, seorang genius, arsitek Istana kerajaan Inggris, mungkin bisa menjadi renungan,” ….Andai saja yang pertama-tama kuubah adalah diriku sendiri, maka dengan menjadikan diriku panutan, mungkin aku bisa mengubah keluargaku. Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku, kemudian siapa tahu aku bisa mengubah dunia.”

Keteladanan, itulah kunci untuk mengubah keluarga. Kalau kita mampu mengubah sikap menjadi lebih baik maka tanpa harus banyak bicara anggota keluarga lainnya akan dengan sendirinya meniru dan mengikuti. Ingatlah anak-anak adalah peniru ulung. Mereka akan meniru apapun yang mereka lihat, dengar dan rasakan. Jadi hadirkan suasana hangat dikeluarga. Suasana keterbukaan. Suasana yang mampu menjadikan rumah kita menjadi surga buat kita, pasangan kita dan tentu saja anak-anak kita.

Contoh terbaik tentu ada dalam keluarga Nabi SAW. Bagaiamana beliau memperlakukan istrinya dengan baik. Dengan penuh kelembutan dan kemesraan. Beliau bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik, kasih sayang dan lemah lembut terhadap isterinya.” Beliau juga memperlakukan anak dan cucunya dengan penuh kasih sayang. Sampai beliau memperpanjang sujudnya ketika solat karena cucunya yang masih kecil  naik ke atas punggungnya.

Buat Anda yang belum berkeluarga. Para calon orang tua. Inilah kesempatan untuk merancang dari awal upaya membangun keluarga yang kuat. Membangun visi keluarga masa depan. Sehingga hal ini menjadi salah satu pertimbangan ketika  memilih calon pendamping hidup Anda. Membangun sebuah perusahaan saja membutuhkan perencanaan, apalagi membangun sebuah keluarga.

Bagaimana dengan sekolah? Insya Allah akan dikupas tuntas dalam tulisan ketiga. Jadi tetap panteng blog ini, jangan kemana-mana. hehehe***

Salam Sukses,

M. Furqon Zahidi Motivator Edukasi

follow me on twitter @mfurqonzahidi

sumber gambar : zonapencarian.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s