Membangun Indonesia dari Rumah dan Sekolah (3)

Setiap kita tentu berharap Indonesia dapat menjadi bangsa yang terhormat. Bangsa yang berwibawa. Bangsa yang punya karrakter kuat. Tidak mudah disetir dan dikendalikan oleh bangsa lain. Kita menjadi bangsa yang mampu berkata, “Ini dadaku!” Harapan itu masih ada dan harus tetap ada. Karena itu yang akan memberikan energi kepada anak bangsa ini untuk terus berkarya dan menorehkan prestasi-prestasi terbaik.

Para Guru, orang tua dan calon orang tua yang berbahagia. Dalam tulisan sebelumnya saya sudah membahas bagaimana membangun Indonesia dari lingkup yang paling kecil yaitu keluarga. Sekarang saya akan coba ajak Anda semua untuk melangkah sedikit ke lingkungan yang masih kecil tetapi menjadi linngkungan kedua untuk membangun Inodonesia yang lebih baik. Lingkungan itu adalah Sekolah. 

Mengapa Sekolah? Untuk menjawab pertanyaan ini coba simak cerita berikut. Ketika Jepang luluh lantak oleh Bom atom pada tahun 1945. Pertanyaan yang diajukan oleh Kaisar Jepang pada saat itu adalah,”Berapa Guru yang masih hidup?” bukan berapa Gedung yang masih tersisa. Buka Berapa dokter yang masih berpraktek. Mereka menyadari bahwa untuk bangkit dari kehancuran dan keterpurukan kuncinya adalah Guru. Kuncinya adalah pendidikan. Tentunya sekolah, tempat guru tersebut ngajar. Karena pendidikanlah sebuah bangsa akan maju. Dari sekolah-lah akan lahir tokoh-tokoh besar dan pemimpin-pemimpin bangsa.  Seperti syair lagu Iwan Fals. Oemar Bakri… Bikin otak orang seperti otak habibie.

Lalu sekolah seperti apa yang kita harapkan melahirkan sebuah generasi yang mampu membangun Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, kuat dan berwibawa? Tentunya sekolah yang memberikan ruang kepada anak-anak didiknya untuk berkembang sesuai dengan kecerdasan mereka. Sekolah yang tidak hanya mencetak anak-anak yang pintar tetapi juga memiliki prilaku dan akhlak yang mulia. Sekolah yang tidak hanya mengajarkan sekian banyak mata pelajaran tetapi juga mengajarkan kasih sayang, kepedulian dan kebersamaan. Sekolah tidak terasing dengan dunia nyata. Sekolah justru menjembatani anak didik untuk bisa mengelola dunia nyata menjadi dunia yang lebih baik dan ramah.

Sekolah tersebut harus mampu melahirkan calon-calon pemimpin yang sukses dan juga mulia. Sekolah tersebut harus mampu melahirkan pribadi-pribadi yang mandiri. Tidak hanya berpikir bagaimana dan dimana saya berkerja. Tetapi bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang banyak. Sehingga ia menjadi pribadi yang bermanfaat. Tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk orang lain.

Untuk mewujudkan sekolah tersebut maka modal yang harus dimiliki adalah Guru. Guru yang tidak sekedar mengajar tetapi ia mempunyai mimpi yang besar untuk mencetak sebuah generasi. Mempunyai mimpi besar untuk melahirkan pemimpin-pemimpin besar di masanya. Harus menjadi Makelar Rezeki, begitu kata jamil Azzaini. Tidak hanya berusaha sukses untuk dirinya sendiri tetapi ia juga berpikir bagaimana anak-anak yang diajar dan dididiknya juga menjadi anak-anak yang sukses. Bagaimana dengan Sekolah Anda atau sekolah putra-putri Anda?***

Salam Sukses,

M. Furqon Zahidi Motivator Edukasi

Ingin sharing dan berbagi?  follow saya di twitter@mfurqonzahidi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s