Biar Galau Tidak Keterusan

Bagaimana kalau sekali waktu Anda merasakan hilangnya energi positif dalam bekerja? Apa yang Anda rasakan? Galau. Bosan. Tidak ada semangat. Cepet cape.  Dan yang pasti Anda berangkat dari rumah ke kantor layaknya robot. Tidak ada energi yang membakar. Tidak ada rasa rindu yang membuncah. Yang ada adalah dingin dan membeku. Brrrrr….

Anda merasa sudah memberikan yang terbaik. Anda sudah berusaha mengingatkan ketika ada hal yang tidak tepat. Anda sudah berusaha meluruskan yang menurut Anda bengkok. Tapi Anda merasa semua berjalan sendiri dan seolah tidak peduli. Anda mungkin bisa mengambil sikap masa bodoh dengan hasil pekerjaan Anda. Anda mungkin bisa tidak peduli apakah institusi tempat Anda bekerja akan maju atau mundur. Toh Anda sendiri tidak merasakan kenyamanan dari lingkungan dan orang-orang yang bekerja di sekeliling Anda.

Tetapi ternyata sikap inipun tidak meneyelesaikan masalah. Anda merasa lebih tidak nyaman. Anda merasa ‘makan gaji buta’. Karena Anda adalah orang yang berprinsip bahwa dimanapun Anda harus menjadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik. Hhh… bingung kan?

Kondisi seperti ini boleh jadi seperti buah simalakama. Dimakan ibu meninggal, tidak dimakan bapak meninggal. Bertahan dengan idealisme yang tinggi, Anda merasa makan hati. Bertahan dengan tanpa idealisme juga bukan tanpa masalah, karena Anda kehilangan semangat dalam bekerja.

So, apa yang harus Anda lakukan?

Pertama, rubah kondisi seperti ini bukan lagi buah simalakama tetapi buah apa saja. Boleh jeruk, mangga atau lainnya. Yang penting dimakan atau ga dimakan ga berpengaruh dengan orang tua kita. Hehehe.. (bercanda).  Artinya apapun pilihan solusi yang Anda ambil yang penting harus memberikan semangat dan rasa cinta terhadap pilihan tersebut.

“Wah sulit Mas, buat saya,  mendapatkan semangat tanpa  memberikan yang terbaik.” Nah, kalau begitu ambil pilihan untuk tetap memberikan yang terbaik. Apakah Anda bertahan di tempat Anda sekarang ataupun mencari tempat yang lain. Yakinlah bahwa energi posiitif yang kita keluarkan dimanapun akan kembali kepada kita juga dalam bentuk energi positif.

Kedua, bekerjalah karena berharap cinta dari Allah swt. Bekerjalah karena anda ingin dekat dengan sang Maha Cinta. Maka Anda akan mendapatkan cinta dalam aktifitas apapun dan kondisi apapun. Anda tidak perlu risau ketika prestasi Anda tidak hargai sebagaimana mestinya oleh atasan Anda. Pun sebaliknya tidak perlu bangga berlebihan ketika Anda dipuji karena kinerja Anda. Biasa saja. Dinilai atau tidak dinilai oleh atasan Anda Anda tetap memberikan yang terbaik. Karena Allah swt akan memberikan balasan untuk apa yang kita lakukan. Sama bahkan boleh jadi melebihi yang kita bayangkan dan kita harapkan.

Gimana, masih galau? ***

Salam sukses,

M. Furqon Zahidi, Motivator Edukasi

Berbagi dengan saya di twitter@mfurqonzahidi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s