Lakukan Dengan Penuh Cinta

cintaDi awal pekan yang agak mendung ini saya akan membahas sebuah kata yang memilki kekuatan yang begitu dasyat. Kata yang mampu membuat orang hampir  tidak pernah mengenal kata lelah. Baginya setiap hal yang dilakukannya tidak pernah sedetikpun ingin ia lewatkan. Baginya waktu 24 jam sehari selama 7 hari tidak pernah cukup.  Ia selalu ingin waktu yang lebih lagi agar ia bisa “bercengkrama” dengan aktifitasnya. Ia begitu merindukan hari demi hari. Hari Senin baginya adalah hari yang senantiasa ditunggu. Kata itu adalah Cinta.

Ya dengan cinta orang akan melakukan apapun bahkan sesuatu yang sebelumnya tak mampu ia lakukan. Apapun profesi yang kita jalani ketika dilakukan dengan cinta maka akan memberikan energi yang luar biasa dan rasa bahagia yang begitu membuncah.

Bapak Ibu guru, saya akan bicara tentang aktifitas kita di dunia pendidikan. Guru, profesi yang sudah kita pilih. Terlepas bagaimanapun cerita awalnya sampai kita menjadi guru. Ingatlah, faktanya hari ini kita adalah Guru. Kalaupun pilihan menjadi guru ibarat nasi sudah menjadi bubur. Maka berpikirlah bagaimana bubur itu menjadi bubur yang enak. Kita kreasikan bubur itu dengan banyak hal sehingga tidak hanya kita yang bisa menikmatinya tetapi orang lainpun merasakan kenikmatan dan kebahagiaan dari bubur yang kita hidangkan. Dan lakukanlah semua itu dengan cinta.

Bayangkan, langkah kaki Anda begitu ringan. Kelas manapun yang anda masuki, Anda begitu merindukannya. Anak-anak di mata anda ibarat berlian. Sebagian sudah mampu Anda poles sehingga bersinar. Dan beberapa yang lain Anda yakin mereka pun adalah berlian hanya masih tertutup lumpur. Aura kemenangan. Aura kesuksesan senantiasa terpancar dari wajah dan bahasa tubuh Anda. Dan aura inilah yang kemudian menular kepada anak-anak Anda. Kepada kelas Anda. Dan Anda akan tercengang manakala anak-anak Anda juga demikian bergairah, semangat dan antusias. Dan kelas Anda menjadi kelas yang luar biasa.

Bagaimana cinta itu tumbuh? Pertama, yakinkan apa yang kita lakukan memberi kebahagiaan kepada begitu banyak orang. Dan boleh jadi itu tidak kita sadari. Kalau kita memilki seratus siswa maka sesungguhnya kita sedang memberikan kebahagiaan kepada seratus orang. Kalau mereka masih mempunyai orang tua lengkap. Berarti ada dua ratus orang lagi yang juga menerima kebahagiaan dari kita. Menerima manfaat dari kita. Ah… darimana kita tahu? O o jangan salah. Kita tidak pernah tahu, kalau ada di antara anak-anak kita yang menangis di tengah sujud malamnya melantunkan doa-doa untuk kita, gurunya.  Bibir-bibir mereka basah dengan ucapan syukur kepada Allah SWT karena sudah dikirimkan guru-guru terbaik buat mereka.

Kedua, menjadi guru adalah amanah yang Allah SWT berikan kepada kita untuk mencetak anak-anak yang saleh dan cendekia. Anak-anak yang kelak akan menjadi agen perubahan di masanya. Anak-anak yang memberikan bobot kepada lahirnya peradaban dunia.  Menjadi guru menjadi bagian rasa syukur kita karena kita, Allah SWT takdirkan, menjadi bagian dari perubahan itu. Allah SWT takdirkan menjadi pemain yang akan memberikan kontribusi dan peran terciptanya goal. Bukan penonton yang sekedar berkomentar, berteriak tapi mereka tidak pernah menciptakan goal.

Ketiga, rendahkan orientasi materi dalam hidup Anda. Yakinlah Allah akan memberikan lebih dari yang kita berikan. Allah akan mencukupkan kebutuhan-kebuthan kita. Ketika kita selalu memberikan yang terbaik dan yang terbaik dalam hidup kita. Kita akan banyak tercengang ketika Allah SWT ternyata banyak memberikan kemudahan ketika kita ikhlas dalam menjalani aktifitas kita sebagai seorang guru.

Dengan tiga hal tersebut, semoga rasa cinta kita terhadap profesi kita sebagai seorang guru akan terus tumbuh subur dan pada akhirnya kita bisa menemukan kenikmatan dan kebahagiaan dalam hidup kita. ***

Salam Sukses,

M. Furqon Zahidi, Motivator Edukasi

twitter@mfurqonzahidi

gambar : alertageralonline.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s