Modal Utama Sekolah

raise your hand 2Hari Selasa (21/5) Kami menerima kunjungan dari SMPIT Ash-Shof Cilodong Bogor dan SMPIT An-Nur Bekasi. Ada sebuah pertanyaan yang disampaikan kepada kami, yang kurang lebih redaksinya seperti ini “Pak kami ini sekolah baru. Siswa juga masih sedikit. Sumber daya juga masih terbatas. Apa yang harus kami miliki di awal kami melangkah ini. Agar bisa mendapatkan kepercayaan dari orang tua. Dan lembaga kami bisa berkembang dengan baik?”

Pertanyaan tersebut hampir selalu dilontarkan oleh yayasan yang sedang merintis sekolah. Karena ketika berkunjung ke sebuah sekolah tentu saja sebagian sekolah yang dikunjungi sudah berkembang cukup pesat. sehingga terkadang ada perasaan galau. Minder. Bahkan mungkin merasa terlalu kecil untuk bisa meniru apa yang dilihat. Padahal boleh jadi, apa yang dialami sama dengan yang dialami sekolah tersebut ketika awal berdiri.

Jadi apa dong rahasianya? Hmm… kasih tau gak ya? Pengen tau banget atau pengen tau aja? Hehehe

Setiap sekolah punya sejarah berbeda-beda. Ada yang memang ketika awal berdiri sudah punya bangunan. Megah pula. Fasilias lengkap. Sumber dana melimpah. Tetapi ada juga yang memulai dengan apa adanya.

Tentu,  sangat bersyukur apabila fasilitas fisik dan sarana penunjang sudah lengkap ketika awal berdiri. Tetapi tidak perlu berkecil hati, karena banyak sekolah unggulan yang dicari oleh calon orang tua siswa bahkan, sekolah tersebut,  harus menolak calon siswa karena keterbatasan daya tampung di bandingkan dengan calon siswa yang mendaftar.  Ternyata mengawali langkah pertamanya dengan hanya bermodalkan  sarana yang sangat terbatas untuk tidak dikatakan apa adanya.

Terus apa sih modal utamanya bisa berkembang pesat? Sabaaarr… Belanda masih jauh. hehehe

Modal utama keunggulan sekolah adalah gurunya. Sekali lagi guru. G-U-R-U.  Inilah kunci utama kesuksesan sebuah sekolah. Ketika dihadapkan pada kondisi serba terbatas, maka yang harus dipikirkan dan diprioritaskan adalah bagaimana merekrut guru yang hebat. Guru yang punya idealisme dan komitmen yang baik. Guru yang mampu menjadi idola dan teladan buat anak-anak didiknya. Guru yang mencintai profesinya sebagai guru.

Kalau Anda sudah punya guru, tidak merekrut baru. Maka asahlah guru Anda menjadi guru-guru yang hebat. Guru-guru yang mampu menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Guru yang tidak hanya dicinta oleh anak-anak didiknya tetapi juga dirindukan.

Caranya? Bangun motivasinya. Tumbuhkan kecintaan kepada profesinya. Asah keterampilan mengajarnya. Itu bisa dilakukan dengan pembekalan ruhiyah, pelatihan, workshop atau kegiatan lainnya.

Yakinlah, guru seperti inilah yang akan menjadikan sekolah Anda unggul  dan mendapatkan kepercayaan dari orang tua atau calon orang tua siswa.***

Salam Sukses,

M. Furqon Zahidi Motivator Edukasi

twitter@mfurqonzahidi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s