Tidak Ada Anak yang Nakal

bukan anak nakalNakal. Berhati-hatilah memberikan label Nakal kepada anak-anak kita.  Sesungguhnya tidak ada anak yang dilahirkan nakal. Semua anak adalah anak Baik. Ketika lahir Ia ibarat selembar kertas kosong yang masih putih, masih bersih.  Kullu mauludin yuladu alal fitrah Setiap anak yang lahir dalam keadaan suci. Tetapi lingkungannyalah, terkadang, yang menjadikannya berprilaku bermasalah.

Label atau sebutan Nakal seringkali ditujukan kepada anak-anak yang prilakunya di anggap mengganggu teman atau gurunya. Padahal kondisi tersebut, kalau kita mencoba memahami lebih jauh, adalah bagian proses perkembangan emosi anak. Atau bisa jadi memang karakter dan gaya belajar anak yang membutuhkan banyak bergerak.

Misalnya ada anak ketika belajar di kelas.Ttidak pernah mau diam. Tidak pernah duduk “manis” dalam waktu yang lama. Ia selalu saja keluar kursi. Berlari. Dan terkadang masuk kolong meja atau naik ke atas meja. Maka dengan mudah dikatakan “Anak nakal!”.  Padahal anak ini bukan nakal. Tetapi memang ia memilki kecerdasan kinestetik. Kecerdasan yang banyak melibatkan aktifitas fisik. Ia bisa belajar dengan nyaman ketika proses pembelajaran dilakukan dengan berjalan, berlari, bertepuk, melompat dan sebagainya.

Anak tersebut awalnya mungkin tidak suka dengan matematika. Dianggap pelajaran susah. Banyak menghitung angka dan sederet kesan negatif lainnya terkait pelajaran tersebut. Tetapi ketika pembelajaran matematika dilakukan melalui kecerdasan yang ia miliki, yaitu kecerdasan kinestetik, maka ia merasa enjoy. Ternyata belajar matematika bisa dilakukan dengan berjalan, berlari, melompat dan aktifitas fisik lainnya. Akhirnya ia pun meyukai pelajaran matematika.

Solusinya untuk para guru adalah buatlah proses pembelajaran yang sesuai atau paling tidak mendekati kecerdasan dominan yang dimiliki oleh anak. Karena dengan itu anak tidak akan merasa bosan ketika belajar. Kalau anak sudah merasa senang,  ia akan bisa lebih mudah diajak kerja sama untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Baik untuk anak tersebut maupun untuk teman-temannya yang lain. Dan tentunya menyenangkan buat gurunya juga hehehe

Jadi, sekali lagi tidak ada anak yang nakal. Yang ada adalah kita belum memahami apa penyebab dari munculnya prilaku yang dianggap nakal tersebut.  Berhati-hatilah dengan ucapan kita. Karena ucapan kita bisa menjadi doa. Memberikan  label negatif kepada anak sama saja dengan menjadikan anak sebagaimana label yang kita berikan.***

Salam sukses,

M. Furqon Zahidi, Motivator Edukasi

follow twitter@mfurqonzahidi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s