Rejeki Bentuk Lain

Garden-giftSenin Sore kemarin saya mendapatkan pelajaran berharga dari musibah yang hampir menimpa saya. Sekitar pukul setengah tiga sore kondisi listrik mati di rumah saya. Sore itu saya berencana membawa anak saya ke dokter. Pada saat anak kedua saya mau mandi, ia minta dinyalakan lilin di karena memang cukup gelap. Awalnya sempat saya bilang tidak perlu pakai lilin toh cuma sebentar . Tapi anak saya tidak mau mandi kalau tidak pakai lilin. Akhirnya saya nyalakan lilin yang kebetulan sudah sangat pendek dan satu-satunya.  Salahnya, saya terlalu yakin bahwa saya tidak akan lupa mematikan lilin, makanya saya simpan di atas tempat sikat gigi yang terbuat dari plastik.

Ternyata selesai anak saya mandi saya lupa mematikan lilin tersebut. Saya sekeluarga pergi ke dokter. Menjelang maghrib saya pulang. Ketika anak pertama saya ke kamar mandi, dia kaget bukan kepalang karena di kamar mandi  tercium benda terbakar dan Innalillahi … plastik tempat saya menyimpan lilin habis terbakar dan sisanya masuk tempat air. Dinding kamar mandi tampak menghitam bekas api.

Sesaat saya kaget dan lemas. Tak terbayang seandainya plastik yang terbakar tadi jatuh dan di  ember besar yang kosong maka api sudah dipastikan akan membesar dan sangat mungkin membakar rumah saya.

Hari itu Allah SWT menyelamatkan saya dari kerugian ratusah juta rupiah. Terima kasih ya Allah.

Kadang kita sering mengeluh kepada Allah terkait dengan rejeki yang kita terima. Kita mungkin pernah merasa sudah banyak memberi. Banyak bersedekah. Tetapi Allah tidak memberikan balasan sebagaimana yang dijanjikan.

Seringkali kita hanya fokus pada apa yang kita dapatkan secara fisik. Kalau kita bersedekah satu juta maka kita menunggu balasan Allah SWT sebanyak sepuluh juta. Ketika angka itu tak kunjung tiba. Kita kemudian mengeluh “Saya sudah bersedekah, kok Allah belum balas ya?”

Ketika kita memberikan energi positif, bersedekah misalnya, terus tidak dibalas tunai, yakinlah bahwa itu akan menjadi tabungan energi positif. Dan bisa jadi Allah akan cairkan dalam bentuk yang lain. Misalnya kita terhindar dari kerugian atau musibah yang lebih besar. Nilainya bisa berkali lipat dari sedekah yang kita berikan.  Seperti kisah di atas. Allah memberikan rejeki dalam bentuk lain. Jadi, tidak ada amal baik yang sia-sia dan tidak dibalas oleh Allah SWT.***

Salam Sukses,

M. Furqon Zahidi, Motivator Edukasi

berbagi dengan saya di twitter@mfurqonzahidi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s