I Stand With Integrity

Sama seperti pelajar kelas 12 pada umumnya, aku juga berdebar-debar menyambut hari-hari ujian yang menentukan kualitas belajarku selama tiga tahun. Melelahkan dan memuakkan, tentu saja. Apalagi dengan nilaiku selama ini yang menjadi saksi bisu bahwa aku layaknya anak bahasa yang terdampar tak berdaya di ranah saintek.

Meskipun begitu, mana rela aku menghempas semua keringat ini dan menggantinya begitu saja dengan lembaran kunci jawaban yang bahkan menyalinnya saja bisa dengan mata tertutup? Tidak, terima kasih. Aku punya hutang budi yang sangat besar pada guru-guruku yang sudah menghabiskan ribuan jam menuang ilmu di ruang kelas, pada kedua orangtuaku yang menghabiskan jutaan jam bekerja untuk menafkahi dan membiayai kebutuhan akademikku, juga pada teman-teman seperjuanganku yang telah berjanji untuk lulus dengan metode yang paling terhormat: lulus dengan kemampuan sendiri dan tawakkal pada-Nya.

Jika ada orang lain yang mencibir dan mengatakan bahwa aku gadis hipokrit yang sama-sama menggenggam kunci laknat itu meski hanya sekilas, tapi biar aku tekankan sekali lagi: Aku punya dua saksi di kanan-kiri bahu dan Tuhan yang Maha Melihat dan Mengawasi, begitupun juga kamu. Tidak ada satupun yang luput dari pandangan-Nya, dan jika kamu tak percaya, aku tak akan mau mendengarkan alasanmu menggunakan kunci jawaban. “Usaha tak akan pernah dikhianati hasil”, pepatah yang sudah diulang berkali-kali tapi sedikit yang memaknainya dengan benar. Untuk apa kamu percaya dengan lembar kunci jawaban jika kamu punya Dia, yang Maha Pemilik Segala Jawaban?

Oh ya, satu hal lagi. Kita sudah jutaan kali mendengar bahwa remaja adalah penentu kualitas bangsa. Memang benar, karena kita adalah akar yang mengukuhkan seluruh pohon juga pucuk muda yang terus menjalar mengejar matahari. Jika akar dan dedaunannya buruk, maka buruklah seluruh pohonnya.

Jangan pernah berani mengeluhkan kedurjanaan yang menyeruak di seluruh Indonesia jika kamu sendiri masih menolak untuk melawan kemunafikan yang menipu dirimu sendiri dengan kelegaan sementara.***

I stand with integrity. How about you?

*) Penulis adalah  Syifa Nadiyya Nurul Fitri  Siswi SMAIT Ummul Quro Bogor

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s