Semua adalah Ruang Belajar

kelas bahagiaBelajar semestinya menjadi sebuah aktifitas yang menyenangkan. Aktifitas yang dinantikan. Dirindukan. Belajar ibarat sebuah masakan harus membangkitkan selera. Belajar harus mampu mejadi magnet yang menarik setiap peserta didik untuk merasakan kelezatan ilmu yang ia pelajari. Semestinya anak-anak kita merasakan gairah yang luar biasa ketika ia membayangkan kata belajar. Baginya setiap hari adalah hari yang ditunggu. Setiap hari adalah pengalaman dan ilmu baru yang ia dapatkan.

Tetapi kenyataannya tidak semua sekolah mampu membangun suasana seperti itu. Tidak sedikit sekolah yang hanya fokus memperhatikan ruangan kelas untuk tempat belajar. Dan lebih miris lagi kelas pun tidak direkayasa dan ditampilkan untuk membangkitkan selera belajar siswa.

Setiap hari, ketika siswa masuk kelas yang tampak adalah dinding-dinding kosong. Kadang berdebu. satu dua gambar pahlawan yang sudah usang menghiasi dinding yang kosong tersebut. Posisinya pun miring. Bagaimana mungkin selera belajar anak akan bangkit dengan suasana kelas seperti itu. Perlahan tapi pasti selera belajar siswa akan hilang dan mati. Pergi dan pulang sekolah hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Tidak ada ungkapan WOW yang diucapkan anak sepulang dari sekolah.

Lalu bagaimana supaya selera belajar siswa bangkit?

Sebagaimana yang saya sampaikan di atas, belajar harus dihidangkan dengan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Supaya selera belajarnya  muncul. Salah satu yang dapat membangkitkan minat belajar anak adalah dengan Display yaitu gambar, tulisan, hasil karya siswa, petikan ungkapan hikmah dan lain-lain yang ditampilkan dengan gambar, warna dan tata letak yang menarik baik di dinding mapun di area sekolah.

Sekolah harus mendorong guru untuk kreatif memanfaatkan display sebagai asisten-asisten yang mampu membantu guru dan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter dan juga wawasan pengetahuan. Tidak hanya di dalam kelas tapi juga semua lingkungan sekolah.

Guru dapat menampilkan materi-materi pembelajaran di dinding dengan gambar dan warna yang menarik. Guru juga dapat memajang hasil karya siswa atau tugas di dinding-dinding kelas. Biarkan anak merasa dihargai. Biarkan anak merasa lingkungannya mendukung dan mendorong ia untuk terus berprestasi.

Sekolah dapat membuat dinding-dinding sekolah menjadi asisten sekolah dalam menanamkan karakter dengan cara menempelkan aturan sekolah dengan tampilan yang menarik. Sekolah juga dapat menampilkan kata-kata bijak, petikan ayat Alquran atau hadits. Atau apapun yang mampu mengingatkan. Menasehati. Tanpa harus ada guru yang setiap saat mengawasi.

Kiat berharap anak-anak akan merasa nyaman dan lebih bergairah dalam belajar. Setiap hari ia selalu ingin melakukan yang terbaik. Ia selalu ingin berprestasi. Baginya setiap dinding dan sudut sekolah adalah ilmu. Baginya ruang belajar bukan hanya kelas. Ruang belajar adalah semua yang ada di lingkungan sekolah. Dia selalu bersemangat untuk belajar karena baginya semua adalah ruang belajar.***

 

 

Doa

DoaSetiap kita pasti memiliki sebuah harapan, keinginan, dan cita-cita. Tentu saja tidak sekedar keinginan tapi juga mampu mewujudkannya. Tetapi terkadang, sebagian kita mengambil jalan yang tidak semestinya. Menghalalkan segala macam cara demi meraih cita-citanya. Sehingga tidak sedikit yang terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan dan dosa.

Apapun harapan dan cita-cita. Sejatinya tidak tercerabut dari fitrah kita sebagai manusia yang membutuhkan sang Maha Pencipta. Ketika kita punya keinginan, kita kadang lebih banyak ingat sama manusia. Ingin sukses usaha, kita pontang-panting mencari bantuan kepada orang. Pinjam sana. Pinjam sini. Lupa sama yang Maha kaya. Pemilik modal alam semesta dan seisinya. Kalau sudah mentok baru kita ingat. Baru kita minta sama Allah SWT. Jangan begitu! Itu namanya menomorduakan Allah. Datang dulu sama Allah. Doa dulu sama Allah. “Ya Allah saya ingin punya rumah sendiri. Udah bertahun-tahun ngontrak terus. Biar gak harus pindah-pindah terus. Biar setiap bulan gak bingung bayar kontrakan.”

Berdoa. Semua orang bisa melakukannya. Mau orang kaya ataupun orang miskin. Pejabat ataupun rakyat. Punya uang gak punya uang. Semua bisa berdoa. Di mana saja, kapan saja. Tapi tidak sedikit yang mengabaikan. Lebih suka mencari bantuan yang jauh. Padahal, kata Allah, Aku ini dekat. Saudara lihat di di Surat Al-Baqoroh:186 Apabila hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang aku, sesungguhnya Aku ini dekat. Di ayat yang lain lebih ditegaskan lagi, Allah itu dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher. Jadi kapanpun kita bisa berdoa. Dan di ayat ini pula Allah tegaskan bahwa Dia akan menjawab doa yang disampaikan oleh hambanya. Ujiibu da’watad daa’I idzaa da’aani.

Pertanyaannnya adalah bagaimana supaya doa kita dijawab. Suapaya doa kita dikabulkan. Dalam ayat tersebut di atas ada lanjutannya. Kata Allah, falyastajibu li, penuhi seruanku. Laksanakan perintahKu. Jangan sampai Saudara berdoa di waktu subuh tapi tidak sholat subuh. Berdoa di waktu magrib tapi tidak sholat magrib. Berdoa di bulan Ramadhan tapi tidak puasa ramadhan.Tambah dong dengan perintah sunnahnya. Sholat tahajjud. Sholat Dhuha. Puasa sunnah dan amalan sunnah yang lain. Selesai Saudara melaksanakan perintah-perintah Allah tersebut, baru Saudara berdoa. Jadi Laksanakan dulu perintah Allah baru Saudara berdoa.

Kewajiban sudah dilaksanakan. Berdoa juga sudah dilakukan. Setelah itu, wal yu’minu bi berimanlah kepadaKu. Percaya kepadaKu. Yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan doa Saudara. Jangan sampai Saudara berdoa tetapi Saudara tidak yakin doa Saudara akan dikabulkan atau tidak. Saudara ragu dengan janji Allah bahwa doa Saudara akan dikabulkan. “Ya Allah saya ingin punya rumah yang bagus.” Terus dalam hati Saudara bilang, dari mana Allah bisa ngasih rumah. Nah, ini namanya Saudara tidak yakin.

Kalau sudah melaksanakan perintah Allah. Kemudian yakin dan percaya kepada Allah. Maka, la’allahum yarsyuduun, Allah akan memberikan petunjuk. Allah akan memberikan jalan. Persoalan darimana dan bagaimana caranya, Allah punya rencana sendiri. Bisa tiba-tiba ada orang yang menawarkan rumah. Jual butuh. Harganya murah. Bisa juga ada orang yang datang kemudian minta Saudara untuk menempati rumahnya selama sekian tahun tanpa bayar. Gratis. Karena si pemiliknya ada tugas ke luar negeri dalam jangka waktu yang lama.

Jadi apapun keinginan kita. Mintalah sama Allah. Berdoa sama Allah. Jangan lupa untuk melaksanakan perintah Allah. Setelah itu yakin dan percaya kepada Allah. Maka Allah akan memberikan jalan keluar dan kemudahan dalam mendapatkan apa yang kita inginkan.Wallahu a’lam.***

Salam Sukses,

M. Furqon Zahidi Motivator Edukasi

follow twitter@mfurqonzahidi