Sentuhlah Hati Mereka

Bapak Ibu, Sahabat Guru yang berbahagia,

Saya pernah membuat survey kepada guru di sekolah. Apa yang membuat mereka puas sehingga mereka loyal dengan sekolah?

Ternyata prosentasi terbesar bukan karena gaji atau penghasilan. Tapi mereka merasa nyaman berada di sekolah tempat dia beraktifitas.

Kalau Anda seorang leader di sekolah Anda, maka tulisan ini sangat penting buat Anda.

Banyak cara membuat guru-guru Anda nyaman. Salah satunya, sentuhlah hati mereka.

Bagaimana caranya?

1 Jadilah Pendengar yang Baik.

Bila guru Anda menyampaikan masalah baik pribadi atau terkait dengan sekolah maka dengarkan.

Mungkin Anda belum bisa memberikan solusi secara cepat. Tapi dengan Anda menjadi pendengar yang baik sudah memecahkan sebagian masalah tersebut. Guru Anda akan merasa lebih plong ketika dia sudah curhat dengan Anda.

Bukankah ada banyak orang yang hanya sekedar ingin didengarkan? Jadi dengarkanlah mereka.

2 Berikan waktu untuk Bertemu

Kalau guru Anda bilang, “Pak/Bu, saya mau ketemu sama Bapak/Ibu. Ada yang ingin saya sampaikan.”

Segera berikan waktu untuk dia. Kalau bisa segera. Kalau tidak tentukan kapan, jam berapa Anda bisa bertemu dia. Jangan sampai Anda abaikan. “Nanti ya saya lagi banyak kerjaan.”

3 Berikan Pujian

Ketika guru Anda melakukan atau memberikan kinerja dengan baik, maka pujilah. Misalnya guru Anda selalu datang tepat waktu, pujilah dia. Guru Anda disenangi anak-anak, pujilah dia.

Jangan pernah berpikir, ya.. emang seharusnya guru mah begitu. sehingga Anda lupa untuk memberikan pujian.

4 Jangan Lupakan Namanya

Anda harus berusaha menghafal nama guru Anda bahkan sampai gelarnya. Tanpa salah tulis atau salah sebut.

Guru Anda akan sangat merasa dihargai ketika Anda hafal namanya bahkan dengan gelar dan cara penulisannya.

Hindari pertanyaan seperti ini,”eh, Ibu teh apa ya nama panjangnya?”

Kalau Anda lupa atau tidak tahu maka cari tau dulu. Cari datanya di TU atau bagian SDM. Itu lebih baik.

5 Mudah ucapkan terima kasih

Ucapkan terima kasih kepada guru Anda. Untuk kebaikan apapun yang mereka lakukan.

“Terima kasih kepada Bapak Ibu yang jadi panitia Kegiatan Jumat Bersih.”

atau secara personal, “Terima kasih Bu Imah sudah menyerahkan laporan tepat waktu.”

6 Berikan Senyum Terbaik

Meskipun Anda dalam kondisi tidak mood. Cape. Atau lagi ada masalah. Tetaplah tersenyum kepada guru Anda.

Senyum Anda akan meringankan kepenatan dan lelah dengan aktifitas yang mereka lakukan seharian. Senyum Anda akan jadi oase di padang pasir yang tandus. hehe lebay

Jadi tersenyumlah dengan tulus dan berikan senyuman terbaik.

Bapak Ibu, yakinlah guru Anda akan respek kepada Anda. Dan mereka akan merasa nyaman berada di sekolah Anda.

Selamat menyentuh hati mereka.

Salam Sukses Mulia,

M. Furqon Zahidi
Trainer & Konsultan Pendidikan
CEO & Founder Mulia Training

Advertisements

Guru adalah Entertainer di Kelas

entertainer-5

Anda seorang guru? Pernahkah Anda menghadapi anak-anak yang malas-malasan ketika belajar. Bercanda dengan temannya. Main kapal-kapalan. Dan sudah pasti ujung-ujungnya adalah membuat anda bete. Tidak bersemangat dan cape. Tidak hanya anda yang terganggu tapi anak-anak anda pun semakin tidak tertarik dengan pembelajaran di kelas. Kelas menjadi neraka buat Anda dan anak-anak Anda. Oo kebayang kan? Anda bisa menua sebelum waktunya hehehe

Kenapa bisa terjadi? Daripada mencari kambing hitam. Mencari seribu satu alasan pembenaran. Lebih baik introspeksi ke dalam. Boleh jadi memang Anda mengajar dengan teknik dan metode yang membosankan. Boleh jadi Anda sekedar hadir di kelas. Menyampaikan materi. Setelah itu selesai. Anda tidak peduli apakah anak-anak siap atau nggak dengan materi yang Anda sampaikan. Apakah Anak-anak Anda nyaman dengan proses pembelajaran yang Anda lakukan. Kalau itu yang terjadi, jangan salahkan anak-anak Anda kalau mereka berulah. Membuat aktifitas yang justru membuat semua terganggu. Yuk berubah!

Seorang guru adalah juga entertainer. Anda harus mampu menghadirkan suguhan pertunjukan yang menarik. Pertunjukan yang WOW. Yang membuat anak-anak didik Anda merasa betah berlama-lama di kelas. Suara bel istirahat atau pulang bukan lagi suara yang dirindukan oleh anak-anak. Karena mereka asyik dengan “pertunjukan” Anda. Anda bak seorang bintang di kelas mereka.

Pertanyaannya adalah bagaimana menghadirkan pertunjukkan yang menarik tersebut?

Pertama kali tentu saja Anda harus mencintai profesi guru. Menjadi guru tidak sekedar untuk memenuhi kebutuhan finasial. Menjadi guru tidak sekedar menggugurkan kewajiban mentransfer materi di kelas. Menjadi guru adalah menyiapkan sebuah generasi. Menyiapkan pemimpin masa depan. Dan Anda adalah arsiteknya.

Karena visi itulah maka Anda akan berusaha memberikan yang terbaik untuk mewujudkannya. Buat Anda tidak ada anak yang bodoh. Yang ada adalah anak yang belum menemukan gaya belajarnya. Buat Anda tidak ada anak yang malas. Yang ada adalah anak yang butuh dimotvasi untuk giat berlatih. Buat Anda tidak ada anak yang nakal. Yang ada adalah anak yang butuh perhatian dan kasih sayang. Buat Anda anak-anak Anda adalah anak-anak yang hebat.

Kedua, kuasai materi. Bagaimana Anda mau menyampaikan materi kepada anak-anak Anda sementara Anda sendiri tidak menguasai materi tersebut. Anda bisa memberi kalau Anda memiliki. Jadi pastikan Anda menguasai materi tersebut. Anda bisa membaca terlebih dulu. Browsing di internet. Mencari tambahan referensi. Atau sumber-sumber indormasi yang lain.

Ketiga, buat persiapan mengajar. Persiapan itu setengah dari keberhasilan. Apa kegiatan yang akan Anda lakukan selama pembelajaran berlangsung. Mulai dari membuka pelajaran sampai Anda menutupnya. Ini penting. Sekali lagi sangat penting. Bila ini tidak Anda lakukan maka siap-siap Anda akan kebingungan di kelas. Anda akan gagap menghadapi anak-anak. Alhasil proses pembelajaran di kelas akan berantakan.

Anda harus menyiapkan strategi apa yang akan Anda lakukan. Ingat, anak-anak Anda akan mengingat sedikit dari apa yang mereka lihat dan mereka dengar. Mereka akan lebih berkesan bila mereka melakukan. Jadi buat strategi yang bisa melibatkan mereka dalam pembelajaran. Melibatkan mereka secara fisik maupun secara emosional. Anda bisa membuat permainan, cerita, kuis, diskusi atau apapun yang bisa membangun keterlibatan meraka.

Ketiga, kuasai panggung Anda. Kelas Anda adalah panggung Anda. Jangan hanya berdiri di satu sisi. Berjalanlah ke kanan. Atau ke kiri. Ke depan. Atau ke belakang. Berikan perhatian kepada semua anak-anak Anda. Dekati ketika Anda melihat ada anak Anda yang butuh perhatian Anda.

Ingat Anda harus menjadi bintang di panggung Anda. Pertunjukkan Anda akan dinikmati atau tidak tergantung bagaimana mengemas cara mengajar Anda. Anda harus mampu mengajar gaya seorang motivator. ***

Salam,

M. Furqon Zahidi Motivator Edukasi