I Stand With Integrity

Sama seperti pelajar kelas 12 pada umumnya, aku juga berdebar-debar menyambut hari-hari ujian yang menentukan kualitas belajarku selama tiga tahun. Melelahkan dan memuakkan, tentu saja. Apalagi dengan nilaiku selama ini yang menjadi saksi bisu bahwa aku layaknya anak bahasa yang terdampar tak berdaya di ranah saintek.

Meskipun begitu, mana rela aku menghempas semua keringat ini dan menggantinya begitu saja dengan lembaran kunci jawaban yang bahkan menyalinnya saja bisa dengan mata tertutup? Tidak, terima kasih. Aku punya hutang budi yang sangat besar pada guru-guruku yang sudah menghabiskan ribuan jam menuang ilmu di ruang kelas, pada kedua orangtuaku yang menghabiskan jutaan jam bekerja untuk menafkahi dan membiayai kebutuhan akademikku, juga pada teman-teman seperjuanganku yang telah berjanji untuk lulus dengan metode yang paling terhormat: lulus dengan kemampuan sendiri dan tawakkal pada-Nya.
Continue reading

Advertisements

Suara Burung dan Ketidakjujuran

burung 2Kisah ini saya dapatkan ketika mengikuti sebuah pelatihan. Tersebutlah di sebuah perusahaan sedang mengadakan kegiatan pembukaan sebuah event besar. Para tamu undangan sudah hadir memenuhi ruangan. Mereka sangat antusias dan sangat menanti hadirnya Sang Bos pemilik perusahaan tersebut. Namanya sudah terkenal di seantero negeri. Kata-katanya selalu membakar semangat. Tak heran ia selalu di undang ke acara-acara seminar ataupun pelatihan.

Tampaknya hadirin sudah mulai gelisah karena sang Bos tidak juga muncul sementara waktu yang yang dijanjikan sudah molor satu jam dari seharusnya. Pantia kegiatan tak kalah paniknya. Mereka berusaha untuk menelpon Sang Bos, dan beberapa kali sang Bos menjawab sedang On The Way alias sedang di perjalanan. Karena tak kunjung tiba, sementara peserta sudah mulai kesal, Panitia berusaha menenangkan peserta.

“Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang saya hormati, mohon maaf atas keterlambatan ini. Bapak Direktur akan segera hadir. Kami sudah telepon, katanya beliau sedang dalam perjalanan. Agar Bapak ibu yakin saya akan telepon beliau sekali lagi dan akan saya perdengarkan langsung suara beliau lewat mikrofon ini.”

Continue reading