Bahagia Belajar

“Ayah, besok pagi bangunin jam empat ya,”

Itulah pesan anak saya, kelas 3 SDIT Ummul Quro Bogor, menjelang tidur. Wow… jam empat. Saat masih banyak yang masih terlelap. Ia dengan semangat bangun dan bersiap untuk berangkat ke sekolah.

Jam baru menunjukkan pukul 05.30 ketika saya dan anak saya tiba di sekolah. Hari masih cukup gelap. Tapi ternyata sudah cukup banyak teman-temannya yang hadir.

Tidak ada wajah sedih apalagi menangis. Semua happy. Senang. Semua terlihat antusias dan semangat.

Kok bisa ya? Bisa. Sangat Bisa. Ketika anak sudah merasa nyaman. Merasa senang. Bahagia. Maka tidak ada aktifitas yang membuat mereka berat. Lihat aja, anak-anak sanggup bermain game dari pagi sampe siang. Bahkan sampe sore atau malam. Karena mereka senang.

Belajar pun demikian. Bangun suasana yang menyenangkan. Tumbuhkan rasa ingin tahu. Rasa penasaran. Berikan mereka pengalaman baru yang akan berkesan selama hidup mereka.
Continue reading

Ayah Bunda, Anak kita adalah Amanah

Ayah Bunda, setiap kita tentu amat sangat berbahagia ketika dikarunia putra atau putri. Apalagi kalau proses penantian yang dilakukan cukup panjang. Tentu kehadiran si kecil menjadi semacam oase di padang pasir. Menjadi kegembiraan yang tidak terkira. Melepas kerinduan yang membuncah akan suara tangis si kecil. Setiap pasangan suami istri di manapun pasti akan merasakan kebahagiaan manakala Allah takdirkan untuk dapat momongan.

Lihatlah bagaimana Nabi zakariya-walaupun beliau sudah sepuh-sangat berharap mendapatkan momongan. Ketika Allah kabarkan bahwa ia akan mendapatkan seorang anak, Nabi Zakariya gembira bukan kepalang. Meskipun ia masih ragu apakah memang bisa. Sementara ia dan istrinya sudah sangat tua dan juga mandul. Tetapi Allah berkehendak lain. Kun fayakun. Jadilah! maka jadilah ia.

Pertanyaannya, setelah mendapatkan anak yang kita inginkan, apa yang harus kita lakukan?

Continue reading